Selasa, 30 Agustus 2016

Menunggu di Jendela

Surat Cinta-Mu
By : Rokhayati
Bening kasih-Mu
Tulus membelaiku
Tertunduk aku bersimpuh
Luruh hati berpasrah diri
Merindukan kecupan syair cinta-Mu
Saat sunyi menyapa
Lirih lisan merajut do’a
Ku raba lantunan surat Cinta-Mu
Teduh kuresapi bait suci
Terasa getar nurani fitri
Ohh Allah...
Aku rindu surat cinta-Mu
Membelai lembut disudut kalbu
Mengecup hatiku

Menenangkan jiwaku


Gelora Cintaku
Sinar senja yang menghiasi langit biru
Perlahan hilang melayang
Tergantikan malam nan gumpita
Menegaskan siluet cinta yang bergelora
Saat awal mengenalmu
Dalam angkutan kedamaianku
Ku tatap mata beningmu
Hatiku berdesir tak menentu
Ingatkah saat itu?
Rasaku mulai bersenandung
Memikirkan segala tentangmu
Gelora cinta semakin membara
Mengecup hati yang bersuara
Lidahpun tak lagi bersua
Tangan tak mampu merambah sama
Kaulah cinta pertama
Dalam hati terbara cinta


  
Rindu Tak Bersayap
Aku masih saja berdiam disini
Menikmati indahnya balantara bumi
Rasaku mulai bersenandung
Rinduku makin menjelma
Menyusup, menyeruak di relung jiwa
Lambai tangan mulai mendesah
Kaki pun tak lagi mampu merambah
Hanya diam, samar dan tak terarah
Rinduku tak lagi bersayap
Hanya terpendam dalam jiwa yang malang
Ku ingin kau mendengar
Jeritan rindu  menyeruak terdengar
Tanda tanya mulai berhamburan
Rinduku, masihkah bersayap?
Agar tersampaikan rasa padamu
Betapa rinduku makin menjelma


 NB : Puisi ini masuk dalam antologi puisi berjudul Menunggu di Jendela, Rumah Kayu Indonesia


Biodata Narator :

Rokhayati, lahir di Banyumas, Jawa Tengah pada tanggal 1 November 1996. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (UNNES). Alamat saat ini berada di Gang Kantil 1B No.03, Banaran, Sekaran, Gunungpati, Semarang. Ia menyukai dunia tulis menulis sejak duduk dibangku SMP, berawal dari keasyikannya menulis diary. Alamat Fb : Rokha An-Nafsi, E-mail: khayyaaa@gmail.com. Cp : 085868447269


Tidak ada komentar:

Posting Komentar